Tampilkan postingan dengan label MI KHOIRIYAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MI KHOIRIYAH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juni 2024

BIOGRAFI M. BASHIRON


M. Bashiron terlahir di sebuah desa yang berada di tepian bengawan solo, yakni Pilanggede Balen Bojonegoro. Beliau adalah putra ke 4 dari 5 bersaudara dari pasangan bapak Ramli dan Ibu Titah. Biasa dipanggil Pak Bash, beliau lahir Pada 10 April 1960. Biasa hidup di lingkungan air dan banjir itulah membuatanya sejak kecil terampil berenang.
Pondasi pendidikan masa kecilnya diperoleh melalui lembaga pendidikan informal keluarga yang penuh kehangatan di bawah asuhan ayah-ibunda (Ramli & Titah). Latar belakang keluarga yanag religius,mendidiknya mandiri, disiplin dan teladan dalam relijiusitas sehari-hari. Ia pertama kali mengenal huruf Al Quran dibimbing oleh Ayah dan ibunya.

Sabtu, 20 Januari 2018

SERUNYA PRAKTEK PEMBUATAN RANGKAIAN LISTRIK DENGAN SISWA MI. KHOIRIYAH PILANGGEDE

Pada minggu ke-3 di semester Genap Tahun Pelajaran 2017-2018 Kelas VI MI. Khoiriyah Pilanggede Balen Bojonegoro mengadakan praktek membuat rangkaian listri Seri dan Paralel. Dalam praktek ini dibuat secara kelompok yang setiap anggotanya 5 sampai 6 siswa. Alat dan bahan sudah disiapkan oleh peserta didik dari rumah.
Adapun Alat dan bahan yang dibutuhkan yaitu:
  1. Bohlam senter  4 buah
  2. Kabel 1 meter
  3. Batu Baterai 2 buah
  4. Saklar 1 buah
  5. Gunting
  6. Isolatip

Sabtu, 07 Februari 2015

PRAKTIKUM SIFAT CAHAYA KELAS V MI. KHOIRIYAH

Pilanggede-Sabtu, 07 Februari 2015. Pagi sekitar pukul 07.30 WIB saya langkahkan kaki saya ke gedung Madin Adz-Dzakirin Lantai 2, dimana ketika pagi hari ruang tersebut ditempati oleh peserta didik kelas V MI. Khoiriyah Pilanggede.  
Kali ini pembelajaran di Kelas V tiba pada SK nomor 6 (Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model) dengan KD nomor 6.1 (Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya).



Minggu, 26 Oktober 2014

PERINGATAN 1 MUHARRAM 1463 H BERSAMA CIVITAS AKADEMIKA PAUD-RA-MI. KHOIRIYAH

Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1436 Hijriyah merupakan momentum muhasabah atau evaluasi terhadap diri sendiri. Hakikatnya adalah hijrah, namun bukan perpindahan tempat, tetapi mental, moralitas,  dan religiusitas kita sebagai bangsa. Mengubah sifat buruk menjadi lebih baik, korupsi menjadi antikorupsi, bebas nilai menjadi menjunjung tinggi nilai-nilai agama, miskin menjadi sejahtera, dan seterusnya.
Pada peringatan tahun baru  Hijriyah kali ini saya gunakan waktu saya bersama anak didik saya di MI. Khoiriyah Pilanggede Balen Bojonegoro. Di Madrasah kami setiap tahun baru Hijriyah selalu mengadakan kegiatan pawai ta'aruf dan do'a bersama.

Jumat, 30 Mei 2014

I'M PROUD TO BE A TEACHER. HOW ABOUT YOU?

Saya adalah lulusan Tadris Kimia Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo 2012, dan sedikit tentang perjalanan saya menjadi guru, coba ku torehkan di sini...
Gambar ini begitu berkesan, mengajar anak2 dari tingkatan kelas yang berbeda, dengan mata pelajaran yang beraneka rupa, dan tentunya dengan tingkat pemahaman yang tak sama. Ini ku alami saat KKN di desa Menawan, Klambu,Grobogan, Jawa Tengah. Mungkin ini bukanlah suasana yang kondusif untuk belajar, tapi lihatlah senyum penuh semangat mereka. Sebuah kenangan yang tak terlupakan. Miss you all...



Rabu, 19 Februari 2014

JADWAL PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH SD/MI TAHUN 2014

Keputusan Pemerintah untuk meniadakan Ujian Nasional (2014) untuk menentukan kelulusan siswa Sekolah Dasar dan Madrasah adalah hasil rapat koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sebagai gantinya adalah diselenggarakannya Ujian Sekolah/Madrasah yang merupakan ujian akhir bagi para siswa SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Keputusan itu selaras dengan yang diamanatkan dalam PP 32/2013.

Selanjutnya Mendikbud bersama Mendagri, secara bersama-sama telah menyepakati anggaran untuk pelaksanaan ujian sekolah (US) jenjang SD, SDLB dan Paket A/Ula. Kesepakatan mana tertuang dalam surat edaran bersama tertanggal 9 Januari 2014 yang menyebutkan bahwa, penyediaan anggaran untuk pelaksanaan US dialokasikan pada APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota tahun anggaran 2014.

Selasa, 11 Februari 2014

“KURIKULUM PLUS” DI MI. KHOIRIYAH PILANGGEDE




Menjadi siswa yang berprestasi dan berakhlakul karimah, itulah moto yang selalu ditanamkan kepada siswa-siswi di Lembaga Pendidikan MI. Khoiriyah Pilanggede. Madrasah yang memiliki luas tanah sekitar 371 meter persegi ini menerapkan kurikulum yang khas. Sekolah yang saat ini sudah berusia 57 tahun ini telah sukses menguji coba untuk menyatukan antara kurikulum yang telah disusun oleh pemerintah dan kurikulum yang  ditentukan oleh yayasan.

Minggu, 09 Februari 2014

PRAKTIKUM (LAGI) :PEMBIASAN CAHAYA

Minggu, 09 Pebruari 2014- Jam 08. 40 WIB terdengar bunyi bel pertanda bahwa pergantian jam pelajaran. Segera ku pacu langkahku keluar dari kelas VI menuju kelas V.
Pagi itu wajah ceria & penasaran terpancar dari peserta didik yang minggu kemarin saya beri pesan agar pertemuan kali ini mereka membawa minyak goreng dari rumah. Segera ku jawab raut wajah penasaran mereka dengan senyum simpul.
Yup! Hari ini kami melakukan praktikum Pembiasan Cahaya. Pembiasan cahaya adalah peristiwa penyimpangan atau pembelokan cahaya karena melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya.

Sabtu, 01 Februari 2014

Belajar Sistem Tata Surya

Sabtu, 01 Pebruari 2013  anak-anakku kelas VI  MI. Khoiriyah Pilanggede belajar mengenai Sistem Tata Surya. Kali ini pembelajaran dilakukan di luar kelas (Out door Activity), untuk lebih meningkatkan pemahaman mereka tentang bagaimana planet-planet yang ada di jagat raya ini berevolusi terhadap matahari maka menggunakan model pembelajaran Role Playing. Dimana beberapa siswa memainkan peranan masing-masing sesuai dengan karakter & sifat yang dimiliki oleh tiap planet. Sehingga dalam pembelajaran kali ini ada yang berperan sebagai matahari yang menjadi pusat dari tata surya kita. Juga ada yang berperan menjadi ke delapan planet yaitu: planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.

Rabu, 08 Januari 2014

MENJADI GOOD LISTENER



Seringkali saya bertanya kepada anak-anak didik saya di kelas tentang kriteria guru yang baik, hal ini saya lakukan sebagai evaluasi diri dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada anak-anak didik saya. Dan salah satu kriteria guru yang baik dan dicintai oleh mereka adalah guru yang mau mendengar.
Walaupun Saya bukan guru Bimbingan Konseling  (BK )nya Siswa  (MTs) namun saya sering menjadi tempat  curhatnya mereka, lantas apa yang semestinya saya lakukan...?

Jumat, 13 Desember 2013

MADRASAH LEBIH BAIK, LEBIH BAIK MADRASAH!

Kau lulusan mana? pastilah jawaban yang mengintari di lingkungan mahasiswa di PTN kebanyakan adalah dari SMA atau paling tidak SMK. Madrasah atau ikhwal yang dibawah naungan Depag memang kadang kurang mendapat tempat banyak di lingkungan Perguruan yang lebih tinggi. Kebanyakan lulusan Madrasah bercokol di lingkungan agama, kalaupun ada lulusan Madrasah yang mengambil alih lingkungan di luar kultur agama bisanya hanyalah beberapa saja.

Rabu, 11 Desember 2013

IPA -Ilmu Paling Asyik

Minggu (01/12/2013), anak-anakku kelas 6 MI. Khoiriyah Pilanggede belajar Memahami faktor-faktor penyebab perubahan benda (pelapukan, perkaratan, pembusukan) melalui pengamatan.  Kali ini mereka melakukan percobaan proses terjadinya perkaratan pada besi. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui lebih dalam tentang   penyebab perubahan benda (perkaratan)  melalui  pengamatan. 

Senin, 02 Desember 2013

IPA ITU GUDANGNYA PRAKTEK

Lihat keceriaan mereka saat melakukan praktek di luar kelas maupun di dalam kelas, luar biasa senangnya, bahagianya mereka dapat bermain sambil belajar tidak merasa terkekang tetapi materi tetap dapat masuk tanpa hambatan.
Memang agak berat yang harus dilakukan guru untuk menyiapkan bahan untuk praktek, atau mengatur anak yang diluar kelas, tapi ini semua tidak sebanding dengan apa yang anak dapatkan dari keberatan seorang guru untuk mengajar dengan praktek.

Jumat, 22 November 2013

MADRASAH PENGABDIANKU Part-2

“Aku bukan siapa-siapa, namun aku ingin mengabdi kepada agama, bangsa dan negara.” Itulah moto hidup saya yang sederhana. Pengabdian sebagai guru di sebuah desa kecil, yaitu Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Tepatnya MI. KHOIRIYAH Pilanggede yang tak lain adalah sekolah dimana aku dulu pernah belajar. Sebuah sekolah yang meskipun dikatakan sebagai MI Pinggiran, namun ternyata sudah mencetak ribuan alumni yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, dan tidak sedikit yang sudah sukses dalam kehidupannya.

Senin, 11 November 2013

MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN DENGAN BERSIKAP SEBAGAI PAHLAWAN

Ahad, 10 Nopember 2013 sekolah kami mengadakan upacara bendera dalam rangka memperingati hari pahlawan. Para siswa dan siswi MI. Khoiriyah Pilanggede Balen berdiri rapi di lapangan upacara. Mereka sudah siap sedia untuk mengikuti upacara bendera secara khidmat.
Petugas upacara nampak telah mempersiapkan diri dengan baik.  Upacara bendera pun siap digelar dengan suasana pagi yang sangat cerah.
Petugas MC memberi informasi bahwa upacara akan segera dimulai, dan pemimpin upacara bendera masuk ke dalam posisinya. Pembina upacara, bapak M. Bashiron, S.Pd.I. (Kepala MI.Khoiriyah Pilanggede) sudah siap di depan tempat yang telah disediakan.

Minggu, 20 Oktober 2013

BAGAIMANA MEMBIASAKAN ADAB MAKAN DAN MINUM BAGI PESERTA DIDIK?

 
Bel tanda istirahat berbunyi, anak-anakku MI. KHOIRIYAH PILANGGEDE berhamburan keluar kelas. Beberapa anak berjalan menuju kantin, sebagian yang lain menuju tempat parker untuk bermain sepeda, beberapa yang lain ada yang menuju kamar kecil, ada yang berlarian menyerbu kios penjual jajanan dan sebagian yang lain membuka bekal mereka. Sejurus kemudian pandangan saya teruju pada anak-anak yang sudah membeli jajan dan berjalan menuju depan kelas. Terlihat anak-anak yang sedang menikmati snack & minuman yang telah mereka beli. Subhanalloh, kebersamaan mereka dalam menikmati makanan mereka dan satu lagi (yang mendorong saya untuk mengeluarkan kamera digital untuk mengabadikan kegiatan ini) yaitu mereka makan dan minum sambil duduk. Kita tahu bahwwa pada era sekarang ini, sangatlah sulit ditemui anak-anak atau bahkan orang dewasa mau menjalankan sunah rasulullah yang satu ini. Makan dan minum sambil duduk serta makan dan minum pakai tangan kanan. Ya, inilah salah satu pembiasaan di MI. Khoiriyah Pilanggede . Mengapa “makan dan minum sambil duduk serta makan dan minum pakai tangan kanan” menjadi bagian dari program pembiasaan yang dilaksanakan di MI. KHOIRIYAH?

Kamis, 26 September 2013

BAGAIMANA MENGOPTIMALKAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR?



Pendidikan merupakan proses humanisasi yang dipengaruhi oleh kondisi dan situasi, serta berfungsi dalam bingkai kultur dengan konstruksinya yang kompleks. Oleh sebab itu, unsur-unsur pendidikan dipengaruhi oleh berbagai kondisi sosial, faktor lingkungan dan juga pengalaman kemanusiaan. Pendidikan tidak diukur hanya dari hasilnya saja, tetapi  juga dari proses, hubungan dan interaksinya. Pendidikan merupakan proses dinamis yang hasil-hasilnya sangat dipengaruhi oleh berbagai hubungan yang masuk kepadanya dan interaksi yang terjadi di antara unsur-unsurnnya.

Senin, 16 September 2013

Memaknai Rutinitas Upacara Bendera

       Rutinitas di hari Sabtu, sekolah kami sebelum memulai kegiatan pembelajaran selalu diawali dengan kegiatan upacara bendera. Memang anehSetiap kelas diberikan tanggung jawab untuk menjadi petugas upacara, demikian juga dengan guru-guru diberikan kesempatan untuk menjadi pembina upacara secara bergantian berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.
Semua memperoleh kesempatan yang sama, tidak ada pembedaan sehingga setiap bel berbunyi tepat jam 07.00, semua warga sekolah berkumpul menempatkan diri di halaman sekolah. Kegiatan upacara bendera pada dasarnya merupakan salah satu model pendisiplinan peserta didik.
Sebagai model pendisiplinan peserta didik, sudah barang tentu seluruh jajaran guru dan karyawan harus mampu memberikan contoh tauladan yang nyata kepada seluruh peserta didik. Mendisiplinkan peserta didik berarti melatih mereka untuk bertindak yang sesuai dengan aturan yang ada di sekolah, di rumah ataupun di lingkungan masyarakat.

Kamis, 12 September 2013

REFLEKSI TAHUN AJARAN BARU


Memasuki tahun ajaran baru, saya merasa terlahir kembali. Mungkin inilah yang spesial dari rutinitas seseorang yang bekerja sebagai pendidik. Kembali menjumpai wajah-wajah baru yang akan terus bersama selama beberapa tahun. Meski pada di sisi lain, saya merasa kehilangan sahabat-sahabat yang telah menyelesaikan studinya. Tapi begitulah, kehidupan selalu membawa kita pada ruang pertemuan dan perpisahan. Mengajarkan makna kebersamaan dan makna kehilangan.

Hal-hal baru memang selalu membuat antusias. Tentu memang tidak seluruh hal baru yang demikian. Namun tahun ajaran baru, bagi saya selalu memicu semangat berlipat untuk menjalani lagi rutinitas kegiatan belajar mengajar. Selama setahun menjalani aktivitas mengajar, memang tidak selalu berjalan mulus. Sebagai manusia, terkadang rasa bosan tiba-tiba menjalar. Apalagi sebagai pendidik, setiap hari bertemu dengan karakter beragam. Karena beragam, sudah pasti menimbulkan efek bercampur baur. Terkadang menjumpai karakter yang menyenangkan, namun dalam beberapa kesempatan juga hadir karakter yang kurang menyenangkan.