Senin, 06 Januari 2014

Renungan & pertanyaan

Kurikulum 2013, dengan segala masalah dan kontroversinya, adalah upaya penyempurnaan terhadap KTSP 2006. Itu kalau kita cermati dari filosofi yang dicobajelaskan, baik dalam sambutan tertulis Mendikbud, maupun pada uraian kelima lampiran Permendikbud No.81 A Tahun 2013. Semangat KTSP adalah kemandirian lokal Satuan Pendidikan, bukan semata-mata karena pemerintah pusat malas dan ingin membagi beban kerja. Kemandirian lokal itu memang mutlak diperlukan karena guru, sebagai ujung tombak pendidikan, adalah pelaku aktif pendamping murid, yang sudah sepantasnya tahu kebutuhan riil murid.

Pelaku aktif berarti ia bukan “tukang pos” paket pengetahuan standar kiriman dari pusat yang harus dibagikan kepada murid-murid. Nah, kalau silabus, PROTA, PROMES, RKM, RKH dibuatkan orang, tidak usah pusing-pusing, tinggal beli, tinggal copy-paste.... lalu siapa yang salah kalau murid-murid menjadi pribadi yang tidak percaya diri, enakan menyontek, tak usah belajar, yang penting nilai ujian bagus, target tercapai, dan LULUS?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar