Kamis, 15 Juli 2010

STANDARISASI LARUTAN I2

. STANDARISASI LARUTAN I2


I. TUJUAN
- Praktikan mampu menentukan kadar I2
- Prktikum mampu melakukan standarisasi larutan I2 dengan Na2 S2 O2 berdasarkan metode iodimetri.

II. DASAR TEORI
Dalam proses analitik, iodium digunakan sebagai preaksi oksidasi (idiometri) dan ion iodide digunakan sebagai pereaksi reduksi (iodometri). Iodometri merupakan analisis titrimetri yang secara langsung digunakan untuk zat reduktor atau natrium tiosulfat dengan menggunakan larutan iodine atau dengan penambahan larutan baku primer KlO3.
Relatif beberapa zat merupakan preaksi reduksi yang cukup kuat untuk dititrasi secara langsung dengan iodium. Masa jumlah penentuan iodimetrik adalah sediki. Akan tetapi banyak preaksi oksidasi cukup kuat untuk bereaksi sempurna dengan ion iodide, dan ada banyak penggunaan proses iodometrik suatu kelebihan ion iodida ditambahkan kepada preaksi oksidasi yang ditentukan, dengan pembebasan iodium, yang kemudian dititrasi dengan larutan Natrium tiosulfat. Reaksi antara iodium dengan tiosulfat berlangsung secara sempurna. (Underwood, 1986).
Dalam titrasi langsung iod (iodimetri); larutan baku yang digunakan yaitu I2 dalam reaksi redoks harus ada oksidator dan reduktor, sebab bila suatu unsur bertambah bilangan oksidasinya (melepaskan elektron) maka harus ada sesuatu unsur yang bilangan oksidasinya berkurang atau turun (menangkap elektron) maka harus ada sesuatu unsur yang bilangan oksidasinya berkurang atau turun (menangkap elektron), jadi tidak mungkin hanya ada oksidator saja ataupunreduktor saja. Dalam metode analisis ini analat dioksidasikan oleh I2 sehingga I2 terdeteksi menjadi ion: A (reduktor) + I2 – A (teroksidasi ) + 2I-
III. ALAT DAN BAHAN

• Alat-alat
- Buret
- Erlenmeyer 250,00 ml
- Gelas beker
- Labu ukur
- Pipet volume 10,00 ml
- Pipet tetes
- Corong gelas
- Statif

• Bahan-bahan
- KlO3 0,0100N
- Larutan Na2 S2O3 0,01N
- Larutan I2
- Indikator Amylum 1%







IV. CARA KERJA





→ Tambah dengan 3 tetes indikator Amylum 1%
→ Titrasi dengan brutan I2 yang ada di dalam buret
→ Hentikan titrasi saat terbentuk warna biru


→ Catat volume larutan I2
→ Ulang titrasi sampai 6 x






V. DATA PENGAMATAN


Titrasi ke- V Na2 S2 O3 V I2
1 10,00 ml 07,350 ml
2 10,00 ml 07,500 ml
3 10,00 ml 07,200 ml
4 10,00 ml 07,500 ml
5 10,00 ml 07,350 ml
6 10,00 ml 07,800 ml
Rata-rata 10,00 ml 07,450 ml


Perhitungan:
N1 V1 = N2 V2
N I1 =
=
= 0,0110 N

VI. PEMBAHASAN
Ada dua cara analysis menggunakan senyawa iodium yaitu titrasi iodimetri atau dengan iodimetri dimana iodium terlebih dahulu dioksidasi oleh oksidator. Pada standarisasi larutan I2 kali ini larutan Na2 S2 O3 ditrasi dengan larutan I2. sehingga reaksinya adalah sebagai berikut:
Na2 S2 O3 + I2  2 NaI + Na2 S4 O6
Dengan peralatan titrasi larutan I2 dimasukkan ke dalam buret, sedangkan larutan Na2 S2 O3 10 ml 0,0082 N dimasukkan ke dalam elenmeyer dan ditambahkan dengan indikator Amylum 1%. Indikator yang digunakan dalam proses standarisasi ini adalah indikator Amylum 1%.
Kemudian larutan tersebut dititrasi dengan larutan I2 sempat terbentuk warna biru. Bertemunya I2 dengan Amylum akan menyebabkan larutan berubah warna dari bening menjadi biru.
Perubahan warna biru merupakan tanda bahwa sejumlah larutan I2 tepat menetralkan larutan Na2 S2 O3.
Dari praktikum yang telah dilaksanakan diketahui:
• Menjelang akhir titrasi permukaan larutan I2 dalam buret berada pada posisi 0 ml.
• Pada akhir titrasi pertama posisi I2 berada pada permukaan 07,35 ml.
• Pada akhir titrasi kedua posisi I2 berada pada permukaan 07,50 ml.
• Pada akhir titrasi ketiga posisi I2 berada pada permukaan 07,20 ml.
• Pada akhir titrasi keempat posisi I2 berada pada permukaan 07,20 ml.
• Pada akhir titrasi kelima posisi I2 berada pada permukaan 07,50 ml.
• Pada akhir titrasi keenam posisi I2 berada pada permukaan 07,80 ml.
Jadi rata-rata volume I2 adalah: 07,45 ml
Di dapatkan konsentrasi I2 yaitu : 0,0110 N

VII. KESIMPULAN
Berdasarkan tujuan, perhitungan dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan:
1. Ada 2 cara analysis menggunakan senyawa iodium yaitu: titrasi iodimetri dengan iodometri
2. Dalam titrasi langsung iod (iodometri0, larutan baku yang digunakan yaitu I2.
3. Indikator yang dipakai adalah amylum karena amylum sangat peka terhadap iodium dan terbentuk kompleks amylum berwarna biru cerah.
4. Jumlah rata-rata volume I2 diketahui sebanyak 21,44 ml dan konsentrasi larutan I2 sebesar 0,00383 N.



VIII. DAFTAR KEPUSTAKAAN

Basset, J etc. 1994, Buku Ajar Vagel Analisis Kuantitatif Anorganik, Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta
Khopkar, SM. 1990, Konsep pasar Kimia Analitik, UI Press, Jakarta
Rivai, Harrizul, 1995. Asas Pemeriksaan Kimia, UI Press, Jakarta
Underwoo, Al, 1999, Analisis Kimia Kuantitatif, erlangga, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar