Kamis, 15 Juli 2010

METODE ANALISIS KUALITATIF (anion)

METODE ANALISIS KUALITATIF


Pendahuluan

Analisis kualitatif yang bertujuan utama untuk mengenali komposisi atau struktur bahan kimia, cukup banyak jenisnya, sesuai dengan jenis bahan kimia yang terdapat dalam sampel. Analisis kualitatif untuk bahan organik biasanya menjadi bagian kimia organik sehingga tidak dimasukkan dalam bagian kimia analitik. Bahan kimia dalam sampel anorganik juga cukup banyak ragamnya sesuai dengan struktur dari bahan tersebut. Bahan kimia anorganik molekuler berbeda cara penetapannya dengan bahan kimia anorganik ionik.
Analisis kualitatif kation dan anion secara sistematis telah berkembang cukup lama. Berkat kajian yang dilakukan oleh Karl Remeegius Fresenius sejak tahun 1840, yang kemudian diterbitkan sebagai buku pada tahun 1897. langkah-langkah analisis kation dan anion dapat dilakukan secara sistematis melalui diagram alir, yang sampai saat ini menjadi standar untuk kajian analisis kualitatif bahan organik.
Analisis anion lebih sederhana dibandingkan analisis kation, tetapi analisis kualitatif anion memerlukan ketelitian dalam melakukan observasi dari gejala-gejala yang timbul. Dalam setiap kegiatan analisis kualitatif pengamatan visual merupakan hal yang penting. Warna adalah penting , karena beberapa ion anorganik dapat diketahui dari warnanya yang spesifik.
Analisis kation dan anion sering kali dapat dibantu oleh diagram alir, yang menggambarkan langkah-langkah sistematis untuk mengidentifikasi jenis anion dan kation. Diagram alir untuk analisis kation lebih sistematis dibandingkan diagram alir analisis anion. Dalam diagram alir analisis kualitatif anion dan kation dimulai dari ion yang ditanyakan, pereaksi yang perlu ditambahkan, kondisi eksperimen dan rumus kimia produk yang dihasilkan. Dalam kerja laboratorium yang berkaitan dengan analisis ion sangat penting mengikuti urutan dari langkah-langkah analisis yang telah ditetapkan dalam diagram alir.
(Ibnu,M.Sodiq dkk.Kimia Analitik I, Malang:JICA,2002 hlm:34-35)

REAKSI IDENTIFIKASI ANION

I. Tujuan
 Praktikan mampu melakukan analisis kualitatif dengan cara mengidentifikasi adanya anion dalam suatu sampel.
 Analisa kualitatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis serta mendeteksi keberadaan unsur kimia dalam suatu sample atau cuplikan yang tidak diketahui.
 Mempelajari karakteristik anion dalam larutan tertentu.
 Mengidentifikasi dan mendeteksi jenis anion pada sample tertentu.

II. DASAR TEORI
Analisis anion diawali dengan uji pendahuluan untuk memperoleh gambaran ada tidaknya anion tertentu atau kelompok anion yang memiliki sifat-sifat yang sama. Selanjutnya diikuti dengan proses analisis yang merupakan uji spesifik dari anion tertentu. Beberapa uji pendahuluan dan uji identifikasi dapat dilakukan dalam fasa padatan, tetapi untuk memperoleh validitas pengujian yang tinggi biasanya dilakukan dalam keadaan larutan.
Beberapa anion tidak stabil dalam larutan asam, atau bereaksi satu sama lain dalam suasana asam. Bila terjadi keaadaan asam, maka analisis anion harus dilakukan dalam asuasana basa.
Analisis anion yang sering dilakukan meliputi 11 anion yang paling umum yaitu:
1. anion sulfida (S2-)
2. sulfit (SO32-)
3. karbonat (CO32-)
4. nitrit (NO22-)
5. iodida (I-)
6. bromida (Br-)
7. klorida (Cl-)
8. fosfat (PO43-)
9. kromat (CrO42-)
10. nitrat (NO3-)
11.Sulfat (SO42-)
Analisis kualitatif sebagian besar didasarkan pada kesetimbangan untuk memisahkan dan mengidentifikasi ion yang sejenis. Kesetimbanagn yang sering digunakan dalam analisis anion yaitu kesetimbangan asam basa,kesetimbangan heterogen, kesetimbangan redoks dan kesetimbangan ion kompleks.

III. ALAT DAN BAHAN

3.1. ALAT-ALAT
 Tabung reaksi
 Rak tabung reaksi
 Penjepit tabung
 Batang pengaduk
 Cawan porselen
 Pembakar spirtus
 Korek api
 Pipet tetes

3.2. BAHAN-BAHAN
Na2CO3 Na2S Klorofom
AgNO3 MnCl2 Aquades
HNO3 Cd Asetat HgCl2
NH3 NaNO2 KCNS
HCl encer FeSO4 FeCl3
BaCl2 KI CuSO4
MgSO4 H2NO2 Ba4O72-
Barium hidroksida Amylum Na Borax
NaHSO3 FeSO4 jenuh BaCl2
KCr2O7 Serbuk Zn Na Fosfat
H2SO4 NaOH Ammonium Mobibdat
KMnO4 Mg Mixture Kertas lakmus merah
I2 HCl K2CrO4
Pb(NO3)2 NaCl H2O2
NaS2O3 COONa Kertas lakmus Biru
FeCl3 KBr2 Alkohol
Na2SO4 Fluorescein KOH Pekat
NaNO2 H2C2O4
IV. DATA PENGAMATAN

1. Karbonat
a. Na2CO3 + AgNO3 menghasilkan endapan putih.(terbukti)
b. NaCO3 + HCl encer akan menghasilkan gas encer ketika batang pengaduk dibasahi dengan Barium Hidroksida diatas mulut tabung pada batang pengaduk terdapat endapan putih.(terbukti)
c. Larutan Na2CO3 + MgSO4 akan menghasilkan endapan putih. (terbukti)
d. Larutan Na2CO3 + BaCl2 akan menghasilkan endapan putih. (terbukti)
2. Bikarbonat
a. NaHSO4 + AgNO3 menghasilkan endapan putih.(terbukti)
b. NaHSO4 + HCl menghasilkan gas CO2 ketika batang pengaduk dibasahi dengan Barium hidroksida didekatkan diatas mulut tabung pada batang pengaduk terdapat endapan putih. (Terbukti)
c. NaHSO4 + MgSO4 tidak menghasilkan endapan putih.(terbukti)
d. NaHSO4 + BaCl2 menghasilkan endapan putih.(terbukti)
3. Sulfit
a. Na2SO3 + AgNO3 menghasilkan endapan putih. (terbukti)
b. Na2SO3 + HCl encer menghasilkan gas CO2.(terbukti)
c. KMnO4 + H2SO4 + Na2SO3 maka warna ungu dilunturkan. (terbentuk)
d. K2Cr2O7 + H2SO4 encer + Na2SO3 maka terbentuk warna hijau. (terbukti)
e. I2 + H2SO4 + Na2SO3 maka warna coklat dilunturkan.(terbukti)
f. Na2SO3 + Pb(NO3)2 terbentuk endapan putih.(terbukti)
g. Na2SO3 + BaCl2 terjadi endapan putih.(terbukti)
4. Thiosulfat
a. NaS2O3 + AgNO3 terbentuk endapan endapan putih kemudian berubah menjadi kuning kecoklatan dan terakhir coklat.(terbukti)
b. NaS2O3 + HCl encer menghasilkan gas SO2.(terbukti)
c. NaS2O3 + FeCl3 menghasilkan warna kuning muda.(terbukti)
d. I2 + NaS2O3 maka warna coklat dilunturkan.(terbukti)
e. NaS2O3 + Cd Asetat menghasilkan endapan putih.(terbukti)
5. Sulfat
a. Na2SO4 + AgNO3 tidak terbentuk endapan.(terbukti)
b. Na2SO4 + BaCl2 terbentuk endapan putih.(terbukti)
6. Sulfida
a. Na2S + AgNO3 tidak terbentuk endapan putih.(terbukti)
b. Na2S + HCl encer maka terbentuk gas.(terbukti)
c. Na2S + Pb(NO3)2 maka terbentuk endapan hitam.(terbukti)
d. Na2S + MnCl2 menghasilkan endapan merah jambu.(terbukti)
e. Na2S + Cd Asetat terbentuk endapan putih.(tidak terbukti)
7. Nitrit
a. NaNO2 + AgNO3 terbentuk endapan putih.(terbukti)
b. FeSO4 + H2SO4 encer + NaNO2 terbentuk cincin coklat diantara dua larutan tersebut.(terbukti)
c. KMnO4 + H2SO4 + NaNO2 maka warna ungu dilunturkan. (terbukti)
d. KI + H2NO2 + H2SO4 encer menghasilkan gas I2.(terbukti)
8. Nitrat
a. NaNO3 + AgNO3 tidak terbentuk endapan.(terbukti)
b. NaNO3 + FeSO4 jenuh + H2SO4 terbentuk cincin coklat.(terbukti)
c. NaNO3 + Serbuk Zn + NaOH + dipanaskan menghasilkan gas NH3-.(terbukti)
9. Klorida
a. NaCl + AgNO3 menghasilkan endapan putih.(terbukti)
b. NaCl + H2SO4 pekat + dipanaskan menghasilkan gas.(terbukti)
c. NaCl + Pb(NO3)2 tidak terjadi endapan.(tidak terbukti)
10. Bromida
a. KBr2 + AgNO3 terbentuk endapan kuning muda.(terbukti)
b. KBr2 + HNO3 pekat + dipanaskan menghasilkan uap warna coklat merah.(terbukti)
11. Iodida
a. KI + AgNO3 terbentuk endapan kuning.(terbukti)
b. KI + H2SO4 menghasilkan uap warna ungu.(terbukti)
c. KI + Pb(NO3)2 terbentuk endapan kuning.(terbukti)
d. KI + AgCl2 terbentuk endapan merah jingga.(terbukti)
12. Rodanida/tiosianat (CNS-)
a. KCNS + AgNO3 terbentuk endapan putih.(terbukti)
b. KCNS + FeCl3 menghasilkan larutan berwarna merah darah. (terbukti)
c. KCNS + CuSO4 menghasilkan larutan berwarna hijau.(terbukti)
13. Borat
a. B4O72- + AgNO3 terbentuk endapan putih.(terbukti)
b. Na tetraborat dikeringkan dalam cawan porselen + H2SO4 pekat + metanol + dibakar menghasilkan nyala api berwarna hijau. (terbukti)
c. B4O72- + BaCl2 terbentuk endapan putih.(terbukti)
14. Fosfat
a. Na fosfat + AgNO3 terbentuk endapan kuning.(terbukti)
b. Na fosfat + amonium mobibdat + HNO2 + dipanaskan tidak terbentuk endapan kuning.(terbukti)
c. Na fosfat + Mg mixtur terbentuk endapan putih.(terbukti)
15. Kromat
a. K2CrO4 + AgNO3 terbentuk endapan merah coklat.(terbukti)
b. K2CrO4 + Pb(NO3)2 terbebtuk endapan kuning.(terbukti)
c. K2CrO4 + BaCl2 terbentuk endapan kuning.(terbukti)
d. K2CrO4 + H2SO4 encer + H2O2 menghasilkan larutan berwarana biru tua,kemudian timbul gas dan larutan berubah menjadi hijau. (terbukti)
e. K2CrO4 + HCl encer menghasilkan larutan berwarna orange. (terbukti)
f. K2CrO4 + NaOH encer meghasilkan larutan berwarna kuning. (terbukti)
16. Dikromat
a. K2Cr2O7 + AgNO3 terbentuk endapan berwarna merah coklat. (terbukti)
b. K2Cr2O7 + Pb(NO3)2 terbentuk endapan kuning.(terbukti)
c. K2Cr2O7 + BaCl2 terbentuk endapan kuning.(terbukti)
d. K2Cr2O7 + H2SO4 menghasilkan larutan biru tua kemudian timbul gas dan larutan berubah menjadi hijau.(terbukti)
e. K2Cr2O7 + HCl encer menghasilkan larutan berwarna orange. (terbukti)
f. K2Cr2O7 + NaOH encer menghasilkan larutan berwarna kuning. (terbukti)
17. Asetat
a. Na Asetat + alkohol + H2SO4 pekat + dipanaskan menghasilkan bau harum dari asetat.(terbukti)
b. Na Asetat + FeCl3 menghasilkan larutan berwarna coklat.(terbukti)
18. Permanganat
a. KMnO4 + AgNO3 tidak terjadi perubahan warna(warna tetap ungu. (terbukti)
b. KMnO4 + KOH pekat + dipanaskan menghasilkan larutan berwarna ungu + air dan diasamkan dengan asam sulfat encer →ungu. (terbukti)
c. KMnO4 + H2SO4 encer + H2O2 maka warna ungu dari KMnO4 dilunturkan.(terbukti)
d. KMnO4 + H2SO4 + NaNO2 maka warna ungu dari KMnO4 dilunturkan.(terbukti)
e. KMnO4 + H2SO4 + FeSO4 maka warna ungu dari KMnO4 dilunturkan.(terbukti)
f. KMnO4 + H2SO4 encer + H2C2O4 + dipanaskan maka warna ungu dari KMnO4 dilunturkan.(terbukti)

V. Pembahasan
1. karbonat (CO32-)
a) NaCO32- + AgNO3 → ↓ putih
Ketika ditambah dengan reagen berlebih endapan berubah menjadi kuning, karena terbentuknya perak oksida.
Ag2CO3 ↓ → Ag2O ↓ + CO2 ↑
Endapan larut dalam asam nitrat dan dalam amonia, dengan reaksi :
Ag2CO3 + 2H+ → 2Ag+ + ↓ CO2 + H2O
Ag2CO3 + 4NH3 → 2 (Ag(NH3)2) + CO32-
b) NaCO32- +HCl encer → gas CO2 (gas tidak berwarna dan tidak berbau)
c) NaCO32- + MgSO 4 → ↓ putih
Penambahan MgSO4 terhadap larutan CO32- menghasilkan pengendapan yaitu terbentuknya endapan putih MgSO4.
d) NaCO32- + BaCl → ↓ putih
CO32- + Ba2+ → ↓ BaCO3
2. Bikarbonat
a) NaHSO3 + AgNO3 →↓putih
b) NaHSO3+ HCl →gas CO2
Gas yang dihasilkan tidak berbau dan juga tidak berwarna, dan dapat dibuktikan dengan :
Batang pengaduk yang dibashi dengan barium hidroksida dan diletakkan diatas mulut tabung reaksi maka akan terbentuk endapan putih.
c) NaHSO3+ MgSO4 →tidak terjadi endapan putih.
Ini yang membedakannya dengan karbonat ketika direaksikan dengan magnium sulfat, pada karbonat maka akan menghasilkan endapan. Tetapi pada bikarbonat setelah dipanaskan baru membentuk endapan putih.
d) NaHCO3+ BaCl2→↓putih
3. Sulfit (SO32-)
a) NaSO32- + AgNO3 → ↓ putih
SO32- + Ag+ → (AgSO3)-
Dengan menambahkan reagensia lebih banyak maka akan terbentuk endapan kristalin, perak sulfit :
(AgSO)- + Ag+ → ↓ Ag2SO3
b) NaSO32- + HCl encer → gas SO2- (gas tidak berwarna dan berbau seperti belerang dibakar).
Gas SO2- dibuktikan dengan :
1. dari bau belerang terbakar
2. kertas saring yang berubah warna menjadi hijau, yang disebabkan oleh perubahan ion-ion kromium (III) yang dihasilkan bila sehelai kertas saring dibasahi dengan larutan KCr2O72- yang telah diasamkan, dengan cara diletakkan diatas mulut tabung reaksi.
3SO2 + Cr2O72- + 2H+ → 2Cr3+ + 3SO42- + H2O
c) KMnO4 + H2SO4 encer → larutan ungu + NaSO32- → warna ungu dilunturkan.
Warna ungu pada KMnO4 dilunturkan asam menjadi hilang disebabkan oleh reduksi menjadi ion-ion mangan (II) :
5SO32- + 2MnO4- + 6H+ → 2Mn2+ + 5SO42- + 3H2O
d) KCr2O72- + H2SO4 + NaSO32- → larutan ungu
larutan berubah menjadi hijau disebabkan oleh pembentukan ion-ion kromium (III) :
3SO32- + Cr2O72- +8H+ → 2Cr3+ + 3SO42- +4H2O
e) I2 + H2SO4 → larutan coklat → NaSO32- → warna coklat dilunturkan.
f) NaSO32- + Pb(NO2)3 → ↓ putih timbal sulfit.
SO32- + Pb2+ → ↓ PbSO3
g) NaSO32- + BaCl → ↓ putih barium sulfit
SO32- + Ba2+ → BaSO3 ↓
4. Thiosulfat(S2O32-)
a) NaSO3- + AgNO3 → ↓ putih berubah menjadi kuning-coklat-hitam.
S2O32- + 2Ag+ → ↓ Ag2S2O3
Mula-mula tidak terbentuk endapan, karena berbentuk komplek ditiosulfatoar gertat ( I ) yang larut :
2S2O32- + Ag+ → (Ag (SO2O3)2)2-
endapan ini tidak stabil, berubah menjadi gelap setelah didiamkan.
b) NaS2O3 + HCl encer → gas SO2
Dibuktikan dengan :
1. bau belerang dibakar
2. kertas saring yang dibasahi dengan larutan KCr2O72- dan H2SO4, maka kertas saring akan berubah warna dari warna orange menjadi hijau.
c) Na2S2O3 + FeCl3+ → larutan ungu
Warna ungu disebabkan karena terbentuknya suatu komplek ditiosulfato besi (III)
2S2O32- + Fe3+ → (Fe (S2O3)2)-
d) I2 + NaS2O3 → warna coklat dilunturkan
Hilangnya warna coklat karena terbentuknya ion titrationat yang tidak berwarna.
I2 + 2S2O32- → 2I- + S4O62-
e) Na2S2O3 + Pb(NO2)3 → mula-mula tidak terjadi endapan putih, tetapi ketika reagensia berlebih terbentuk endapan putih PbS2O3.
S2O32- + Pb2+ → ↓ PbS2O3
Dengan mendidihkan suspensi, endapan akan berubah menjadi hitam (gelap) yaitu membentuk endapan hitam timbaksulfida :
↓ PbS2O3 + H2O → PbS ↓ + 2H+ + SO42-
5. Sulfat (SO42-)
a) NaSO4 + AgNO3 → tidak terbentuk endapan
b) NaSO4 + BaCl2 → ↓ putih
Adanya ion sulfat SO42- dapat diidentifikasi dengan penambahan larutan BaCl2 dalam suasana asam. Pada larutan sampel pembentukan endapan putih barium sulfat (BaSO4) menunjukkan adanya ion SO42- pada larutan sampel.
Ba2+ + SO42-(aq) → BaSO4(s).
6. Sulfida
a) Na2S2- + AgNO3 → ↓ hitam perak sulfida
Endapan tidak larut dalam asam nitrat encer dingin tetapi larut dalam asam nitrat panas.
S2- + 2Ag+ → Ag2S ↓
b) Na2S + HCl encer → Gas H2S,
yang bisa diidentifikasi dengan :
1. Bau yang spesifik
2. Menghitamnya kertas saring yang telah dibasahi dengan larutan Pb (NO3)-.
S2- + 2H+ → Gas H2S
H2S + Pb2+ → ↓ PbS
c) Na2S + Pb (NO3)2 → ↓ hitam PbS
d) Na2S + MgCl → ↓ Merah jambu
e) Na2S + Cd asetat → ↓ kuning
7. Nitrit (NO2-)
Uji adanya ion nitrit didasrkan atas kemampuannya sebagai bahan pengoksidasi. Larutan uji harus dibuat sedikit bersuasana asam dengan menambahkan asam sulfat/asam asetat.
Nitrit bersifat oksidator dan reduktor.
a) NaNO2- + AgNO3 → ↓ putih
b) FeSO4 + H2SO4- + NaNO2- secara pelan-pelan melalui dinding tabung reaksi → cincin coklat pada pertemuan kedua larutan.
Terbentuknya cincin coklat menandakan bahwa didalam sampel terdapat ion nitrit.
c) KMnO4 + H2SO4 encer → larutan ungu + NaNO2- → warna ungu dilunturkan.
Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa NaNO2- berfungsi melunturkan warna ungu dari KMnO4 dan mengindikaiskan bahwa dalam sampel mengandung ion nitrit.
d) KMnO4 + H2SO4 encer → gas I2 (gas berwarna)
Timbulnya gas I2 dibuktikan dengan cara : Kertas saring dibasahi dengan larutan amylum, maka kertas saring akan berubah warnanya menjadi biru.
8. Nitrat (NO3-)
Uji identifikasi untuk nitrat (NO3-) hampir sama dengan uji identifikasi nitrit (NO2-), tetapi konsentrasi hidrogen atau keasamannya lebih tinggi. Jika NO2- bersifat oksidator dan reduktor maka NO3- hanya sebagai oksidator.
a) NaNO3- + AgNO3 →tidak terbentuk endapan
b) NaNO3- + FeSO4 + H2SO4 →cincin coklat
Ketika ditambahkan dengan H2SO4 secara pelan-pelan melalui dinding tabung reaksi, maka akan terbentuk cincin coklat diantara dua larutan.
Terbentuknya cincin coklat menunjukkan bahwa sampel mengandung ion NO3-.
c) NaCl + PbNO3 →↓putih
Ketika dipanaskan endapan akan larut, kemudian setelah mendidih akan terbentuk endapan berbentuk jarum.
9. Klorida (Cl-)
a) NaCl + AgNO3 →↓putih AgCl
Endapan larut dalam NH4OH encer tetapi tidak larut dalam HNO3 encer.
Cl- + Ag+ →↓AgCl
↓ AgCl + 2NH3 →(Ag (NH3)2)+ + Cl-
(Ag(NH3)2)+ + Cl- + 2H+ →↓AgCl + 2NH4+
b) NaCl + H2SO4 + dipanaskan →gas
Dapat dibuktikan dengan :
1. Kertas lakmus biru menjadi merah jika diletakkan diatas tabung reaksi.
2. Batang pengaduk yang dibasahi dengan amonia, maka akan terbentuk kabut putih pada batang.
c) NaCl + Pb(NO3) → Tidak terjadi endapan
Dalam percobaan ini tidak terjadi endapan putih disebabkan jumlah larutan yang dicampurkan tidak sama, dan ketika dipanaskan kemudian didihkan tidak terjadi endapan berbentuk jarum.
10. Bromida (Br-)
a) KBr + AgNO3 →↓kuning
Br- + Ag+ → ↓ AgBr
b) KBr + HNO3 pekat + dipanaskan →uap warna coklat merah.
Uap ini dapat dibuktikan dengan :
Kertas saring yang dibasahi dengan larutan fluorescein yang diletakkan diatas tabung maka akan berubah menjadi merah jingga.
Uji fluorescein brom bebas mengubah zat warna fluorescein ( I ) yang kuning menjadi eosin (II) atau tetra bromo fluorescein yang merah. Maka kertas saring yang dijenuhi dengan larutan fluorescein adalah resensia yang berharga untuk uap brom, karena kertas akan memperoleh warna merah.

11. Iodida (I-)
a) KI2 + AgNO3 →↓kuning
Yaitu perak iodida (AgI-), yang mudah larut dalam kalium sianida dan dalam larutan Natrium thiosulfat sangat sedikit larut dalam amonia pekat dan tidak larut dalam asam nitrat encer.
I- + Ag+ →AgI
↓ AgI + 2CN- →(Ag (CN)2)- + I-
↓ AgI + 2S2O32- →(Ag (S2O3)2)3- + I-
b) KI2 + H2SO4 →uap warna ungu
Dapat dibuktikan dengan :
1. ketika larutan + klorofom →lapisan kloroform berwarna ungu
2. kertas saring yang dibasahi dengan larutan amylum yang diletakkan diatas mulut tabung maka akan berubah warna menjadi biru.
c) KI2 + Pb(NO3) →↓kuning
Jika diencerkan dengan aquades endapan akan larut, kemudian jika didinginkan akan terbentuk endapan lagi yang berbentuk keping-keping emas seperti sisik ikan.
2I- + Pb2- →PbI2
d) KI2 + HgCl2 →↓merah jingga
2I- + HgCl2 →HgI2 ↓+ 2Cl-
Endapan akan larut dalam KI2 berlebih karena membentuk suatu kompleks tetraiodomarkurat (II)
↓HgI2 + 2I- → (HgI4)2
12. Rodanida/tiosianat (CNS-)
a) KCNS + AgNO3 → ↓ putih
Endapan larut dalam amonia dan tidak larut dalam HNO3 encer.
CNS- + Ag+ → AgCNS ↓
AgCNS ↓ + 2NH3 → (Ag (NH3)2)+ + CNS+
b) KCNS + feriklorida → larutan merah darah
yang ditimbulakan karena terbentuknya suatu kompleks.
3CNS- + Fe3+ ◄═► Fe (CNS)3
KCNS + CuSO4 → larutan hijau
Jika larutan CuSO4 berlebih maka terjadi endapan putih yang lama-lama menjadi hitam.
2CNS- +Cu2+ → Cu (CNS)2↓
2Cu(CNS)2 + SO2 +2H2O → 2CuCNS ↓ + 2CNS- + SO42- + 4H+


13. Borat (B4O72-)
a) NaB4O72- + AgNO3 →↓putih perak metaborat (AgNO3)
B4O72- + Ag+ →↓AgBO2
b) Reaksi nyala :
NaBO4O72- dikeringkan dalam cawan porselen + H2SO4 + metanol kemudian dibakar → api warna hijau. Nyala api hijau disebabkan oleh pembentukan metil borat (B (O CH3)3)
c) NaBO4O72- + BaCl →↓putih Barium metaborat (Ba (BO2)2).
Dari larutan-larutan yang cukup pekat, endapan akan larut dalam regensia berlebihan dalam asam-asam encer, dan dalam larutan garam-garam amonium.
Larutan kalsium dan sronsium klorida pun juga dapat melarutkan borax.
B4O72- + 2Ba2+ H2O →↓2Ba (BO2)2 + 2H+
14. Fosfat (PO43-)
a) NaPO4 + AgNO3 →↓kuning
HPO42- + 3Ag+ →Ag3PO4 ↓+ H+
Endapan larut dalam amonia dan asam nitrat encer.
↓Ag3PO4 + 2H+ →H2PO4- + 3Ag+
↓Ag3PO4 + 6NH3 →3 (Ag (NH3)2)+ + PO43-
b) Na fosfat + Ammonium molibdat + HNO3 dipanaskan →↓
Endapan kuning yang terbentuk adalah endapan ammonium fosfamolibdat yang mempunyai rumus (NH4)3 (PMO12 O4o)
c) Na fosfat + Mg mixture →↓putih
15. Kromat (CrO42-)
Adanya ion kromat (CrO42-) ditandai oleh warna kuning dari larutan dalam suasana basa atau orange dalam suasana asam.
a) K2CrO4 + AgNO3 →↓merah coklat
b) K2CrO4 + Pb (NO3)2 →↓kuning
c) K2CrO4 + BaCl →↓kuning
Adanya ion kromat dalam larutan diidentifikasi dengan endapan kuning dari barium kromat (BrCrO4) yang terbentuk apabila kedalam larutan sampel yang ada dalam suasana asam ditambahkan Ba (CH3COO)2
Ba2+ + CrO42- →BaCrO4(s)
d) K2Cr2O4 + H2SO4 + H2O →larutan biru tua
e) K2Cr2O4 + HCl encer →larutan berwarna orange
Ke dalam suasana asam adanya ion CrO42- ditandai oleh warna orange dari laruan.
f) K2Cr2O4 + NaOH encer →larutan tetap berwarna kuning
Warna kuning diperoleh dari K2Cr2O4, adanya warna kuning menunjukkan bahwa larutan berada dalam keadaan basa.
16. Dikromat (Cr2O72-)
Kromat logam biasanya adalah zat-zat padat berwarna yang menghasilkan larutan kuning bila dapat larut dalam air.
a) KCr2O72- + AgNO3 →↓merah coklat (AsCrO4)
Endapan larut dalam nitrat encer dan dalam ammonia, tetapi tidak larut dalam asam asetat.
CrO42- + 2Ag+ →Ag2CrO4 ↓
↓2 Ag2CrO4 + 2H+ →4Ag+ + Cr2O72- + H2O
As2 CrO4 ↓+ 4NH3 →2 (Ag (NH3)2)+ + CrO42-
b) KCrO72- + Pb (NO3)2 →↓kuning PbCrO4
CrO42- + Pb2+ →PbCrO4↓
c) K2Cr2O72- + BaCl2 →↓kuning barium kromat
Endapan tidak larut dalam air maupun asam asetat, tetapi larut dalam asam mineral encer.
CrO42- + Ba2+ →BaCrO4 ↓
d) KCr2O72- + H2SO4 + hidrogen peroksida →larutan biru tua →timbul gas →larutan berwarna hijau
Jika larutan asam suatu kromat diolah dengan hidrogen peroksida, maka akan didapat larutan kromium peroksida yang berwarna biru tua. Larutan biru ini sangat tidak stabil dan segera terurai menghasilkan oksigen dan larutan garam kromium (III) yang berwarna hijau.
e) KCr2O72- + HCl encer →larutan berwarna orange
f) KCr2O72- + NaOH →larutan berwarna kuning
17. Asetat
a) Na asetat + alkohol + H2SO4 pekat + dipanaskan →bau harum yang muncul dari etil asetat
b) Na asetat + FeCl3 →larutan coklat merah
Warna coklat merah disebabkan oleh pembentukan ion kompleks (Fe3 (OH)2 ((CH3COO)6)+
18. Permanganat
a) KMnO4 + AgNO3 →tidak terjadi perubahan (warna tetap ungu).
Pada reaksi ini tidak terjadi peubahan apapun dan setelah diberikan reagen berlebih pun tetap tidak ada perubahan apapun.
b) KMnO4 + KOH pekat + dipanaskan → hijau
ketika ditambah dengan air dan diasamkan dengan H2SO4 encer maka warna larutan akan berubah menjadi ungu.
c) KMnO4 + H2SO4 encer + H2O2 → maka warna ungu dari KMnO4 akan dilunturkan.
d) KMnO4 + NaNO2 →mka warn ungu dilunturkan.
e) KMnO4 + H2SO4 + FeSO4 → maka warna ungu dilunturkan.
f) KMnO4 + H2SO4 encer + H2C2O4 + dipanaskan → maka warna ungu dari KMnO4 dilunturkan.
VI. Kesimpulan
Berdasarkan tujuan dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat disimpulakna bahwa proses-proses yang dipakai dalam reaksi identifikasi anion yaitu :
1. Proses yang melibatkan identifikasi produk-produk padapengolahan dengan asam-asam meliputi :
a. Gas-gas dilepaskan dengan asam klorida encer atau asam sulfat encer.
b. Gas atau uap dilepaska dengan asam sulfat pekat.
2. Proses-proses yang bergantung pada reaktan-reaktan dalam larutan meliputi :
a. Reaksi pengendapan.
b. Reaksi oksidasi dan reduksi larutan.





Daftar Pustaka


Hidayati,Ana,Dra,M.Si.2005.Petunjuk Praktikum Dasar kimia Analitik.Semarang.
Ibnu,M.Sodiq dkk.2004. Kimia Analitik I. Malang : JICA
Vogel.1989.Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan semi makro. Jakarta : PT.Kalman Media Pustaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar